
Chanelnusantara.com – Batam | Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bareskrim Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Narkoba.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Apresiasi tersebut disampaikan atas keberanian dan keseriusan Mabes Polri membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di Kota Batam.
Apa yang terjadi beberapa hari terakhir di Batam harus menjadi perhatian kita semua. Bareskrim tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi melakukan pengembangan hingga mengejar jaringan yang lebih besar.
Salah satu perkembangan penting adalah penangkapan BL di Johor Bahru, Malaysia. BL disebut terkait dengan dugaan peredaran narkoba di tempat hiburan malam P1, P2, dan P3 di Batam.
Sementara itu, Y, yang disebut sebagai pemilik Planet Batam, telah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO dan diduga berkaitan dengan penyediaan narkotika di tempat tersebut.
Bagi Pemuda Katolik Kepri, Pengungkapan ini bukan sekadar operasi kepolisian. Ini adalah perang untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Batam dan Kepulauan Riau.
“Kami dari Pemuda Katolik Kepri memberikan dukungan penuh agar pengungkapan ini jangan berhenti pada orang-orang yang terlihat di permukaan,” ujar Nimrod Siahaan, Ketua Pemuda Katolik Komda Kepri.
“Bongkar siapa pemasoknya. Bongkar siapa pengendalinya.
Bongkar siapa yang menikmati keuntungan. Dan bongkar siapa pun yang memberikan perlindungan terhadap jaringan tersebut,” tambahnya.
Terlepas dari pengungkapan kasus ini, Nimrod menyampaikan satu pesan penting. Jika ditemukan adanya oknum aparat yang diduga membekingi, melindungi, membocorkan informasi, atau menerima keuntungan dari jaringan narkotika, pihaknya berharap hukum juga ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Ini bukan tuduhan terhadap institusi Polri. Justru sebaliknya. Kami ingin Polri semakin kuat karena berani membersihkan dirinya sendiri dari oknum yang mencederai kehormatan institusi,” tegas Nimrod.
Masyarakat membutuhkan aparat yang berdiri di depan untuk melindungi rakyat, bukan aparat yang justru berada di belakang para pelaku kejahatan.
Batam adalah kota industri, kota perdagangan, kota yang menjadi pintu gerbang Indonesia. Jangan sampai citra Batam justru dirusak oleh jaringan narkotika yang memanfaatkan tempat hiburan, jalur perdagangan, maupun berbagai celah lainnya.
Karena itu, Nimrod dengan tegas menyatakan mendukung Bareskrim Polri untuk terus mengembangkan perkara ini.
“Jangan hanya tangkap pemainnya. Tangkap jaringannya. Jangan hanya sita barangnya. Telusuri uangnya. Jangan hanya tutup tempatnya. Bongkar siapa yang mengendalikannya,” pintanya.
Jika ditemukan oknum yang terlibat, proses sesuai hukum. Masyarakat ingin melihat Batam menjadi kota yang aman bagi keluarga, aman bagi anak-anak muda, aman bagi dunia usaha, dan bersih dari peredaran narkotika.
Kepada Bareskrim Polri, Pemuda Katolik Kepri mengatakan teruskan langkah ini. Jangan mundur. Jangan berhenti pada satu kasus. Bongkar sampai ke akar-akarnya.
Pemuda Katolik Kepulauan Riau juga berdiri bersama seluruh elemen masyarakat yang menginginkan Indonesia dan khususnya Batam bebas dari narkoba.
Memberantas narkoba bukan hanya tugas polisi. Ini adalah tugas bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa.
“Batam harus bersih. Kepri harus bersih. Indonesia harus bersih dari narkoba. Dan hukum harus berdiri tegak, siapa pun pelakunya, apa pun jabatannya, dan sebesar apa pun kekuatannya. | Red.




