
Chanelnusantara.com – Batam | Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau angkat bicara terkait penggerebekan sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) oleh Tim Bareskrim Mabes Polri di Batam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sebagaimana diketahui, tindakan Mabes Polri menggerebek THM P1, P2 dan P3 serta lokasi perjudian Kasino di Batam mendapat perhatian publik, hingga menjadi berita nasional.
Atas tindakan penggerebekan ini, organisasi keagamaan itu mengapresiasi langkah Mabes Polri dan mendesak Polda Kepri melanjutkan operasi serupa secara menyeluruh.
“Kami meminta Kapolda Kepri melakukan tindakan yang sama, yakni merazia seluruh tempat hiburan malam lainnya, termasuk Diskotik Pasifik di Hotel Pasifik yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi hiburan tersohor di Batam,” ujar Ketua Pemuda Katolik Kepri, Nimrod, Senin (18/8).
Desak Razia Merata, Jangan Tebang Pilih
Menurut Nimrod, operasi Bareskrim yang menyasar Planet 1, 2, 3 dan lokasi kasino dinilai belum maksimal karena tidak menyentuh seluruh THM dan gelanggang permainan di Batam.
Pemuda Katolik Kepri menyoroti Diskotik Pasifik yang tidak masuk daftar penggerebekan resmi. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, di lokasi tersebut diduga berlangsung permainan jackpot yang mengarah ke praktik perjudian, serta peredaran narkoba.
“Pasca penggerebekan P1, P2 dan P3, ruangan di Hotel Pasifik yang biasa digunakan untuk aktivitas tersebut kini sudah dikunci mati. Padahal sebelumnya beroperasi cukup ramai. Ini diduga untuk menghindari penindakan aparat,” tegasnya.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan di masyarakat. Apakah penutupan dilakukan karena pengelola menyadari adanya pelanggaran. Padahal dugaan aktivitas serupa juga disebut terjadi di kompleks tersebut.
Oleh karena hal tersebut, Pemuda Katolik meminta Polda Kepri melakukan razia secara merata ke seluruh lokasi hiburan dan gelanggang permainan. “Jangan tebang pilih,” ujarnya.
Dampak Sosial
Pemuda Katolik Komda Kepri menilai aktivitas ilegal di THM dan gelper tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak tatanan sosial dan masa depan generasi muda di Batam.
Karena dinilai merusak tatanan sosial dan masa depan bangsa, maka dengan tegas Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau menyatakan sikap kepada Kapolda Kepri untuk membersihkan segala bentuk praktek perjudian dan peredaran narkoba di wilayah Kepulauan Riau.
“Wilayah Kepulauan Riau harus bersih dari praktek perjudian dan peredaran narkoba. Kami minta Polda Kepri untuk bertindak, melanjutkan komitmen Kapolri dalam hal memberantas praktek perjudian dan peredaran narkoba,” tandas Nimrod.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak manajemen Pasifik Palace Hotel dan instansi terkait untuk konfirmasi.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari seluruh pihak. Berita ini akan diperbarui setelah ada penjelasan resmi dari kepolisian maupun pihak terkait guna menyajikan informasi yang utuh dan berimbang. | Red.



