
ChanelNusantara.com – Batam | Media sosial dihebohkan dengan pengakuan sejumlah konten kreator asal Batam. Dalam video yang viral di TikTok, kreator tersebut mengaku ditelepon seseorang yang mengatasnamakan Tim Cyber.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Oknum tersebut meminta agar konten terkait blackout atau pemadaman listrik di Batam segera di-takedown atau dihapus, dengan alasan konten tersebut menimbulkan kegaduhan.
Video yang telah disukai hampir 4 ribu akun tersebut menampilkan judul besar: Konten Kreator Batam Mengaku Ditelpon Cyber Untuk Hapus Konten Terkait Blackout Batam dan Akan Diberikan Imbalan 500Rb.
Tak hanya meminta menghapus, oknum yang mengaku Tim Cyber tersebut juga disebut menjanjikan imbalan uang sebesar Rp500 ribu jika konten tersebut diturunkan.
Namun, dalam pengakuannya, konten kreator asal Batam tersebut dengan tegas menolak. Ia menyatakan tidak ingin aspirasi dan suara masyarakat Batam terkait krisis listrik dibeli dengan uang.
Aksi dugaan pembungkaman ini pun langsung menuai reaksi keras dari warganet. Kolom komentar video tersebut dibanjiri dukungan untuk kreator agar tetap menyuarakan keluhan masyarakat.
Menjaga Nama Baik Perusahaan, PLN Batam Diminta Klarifikasi
Hingga berita ini diterbitkan pada Selasa (14/10/2026), pihak PLN Batam maupun Bright PLN Batam belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran adanya tim siber yang melakukan penelponan tersebut.
Kuat dugaan di tengah masyarakat, oknum yang mengatasnamakan Tim Siber tersebut memiliki keterkaitan dengan pihak penyedia listrik di Batam, meski hal tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Publik mempertanyakan, jika keluhan masyarakat soal listrik padam dianggap sebagai kegaduhan, lalu di mana letak transparansi pelayanan publik? Seharusnya, keluhan tersebut dijawab dengan penjelasan dan solusi, bukan dengan meminta konten dihapus.
Upaya meminta takedown konten kritik, terlebih dengan iming-iming uang, dinilai mencederai kebebasan berpendapat dan keterbukaan informasi publik yang dijamin
undang-undang.
Redaksi ChanelNusantara.com masih berupaya menghubungi manajemen PLN Batam untuk mendapatkan hak jawab resmi.
Agar isu negatif ini tidak terus menyebar, diharapkan kepada pihak PLN Batam untuk melakukan klarifikasi resmi terkait hal ini untuk menjaga nama baik perusahaan. | *



