
Chanelnusantara.com – Batam | Nama Ketua DPRD Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, belakangan ramai diperbincangkan setelah sebuah insiden di jalan raya viral di media sosial.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Peristiwa itu memicu beragam tanggapan dari publik, namun sejumlah kalangan menilai, penilaian terhadap seorang pejabat publik tidak seharusnya berhenti pada satu peristiwa.
Perlu dilihat juga rekam jejak dan kontribusi yang sudah dilakukan seorang pejabat publik selama ini.
Menurut pantauan di lapangan, Iman Sutiawan sudah lama aktif di Kepulauan Riau. Ia dikenal rutin menemui warga, menghadiri kegiatan kemasyarakatan, dan mendorong sejumlah program pembangunan daerah.
“Sebagai pejabat publik, wajar jika setiap tindakan menjadi sorotan. Tapi akan kurang berimbang jika kerja bertahun-tahun seolah terhapus hanya karena satu kejadian,” ujar seorang tokoh masyarakat Batam yang tidak ingin disebut namanya.
Dalam menyikapi persoalan yang beredar, Iman disebut mengambil sikap kooperatif. Ia menerima proses yang berjalan, menghormati langkah aparat, dan tidak menggunakan jabatannya untuk menghindari konsekuensi hukum.
Sikap tersebut juga sejalan dengan keputusan internal Partai Gerindra. Majelis Kehormatan DPP memberikan teguran tertulis sebagai bentuk pembinaan, bukan sanksi pemecatan. Langkah ini dinilai sebagai mekanisme organisasi yang berjalan sesuai aturan.
Pengamat komunikasi publik di Batam, mengatakan publik kini lebih mudah membentuk opini hanya dari potongan video singkat. Padahal konteks dan latar belakang seseorang sering kali tidak terlihat dalam durasi beberapa detik itu.
“Kritik terhadap pejabat itu sah dan bagian dari demokrasi. Tapi kritik yang konstruktif biasanya tidak mengabaikan sisi kemanusiaan dan rekam jejak yang sudah dibangun,” katanya.
Di tengah dinamika ini, harapan masyarakat Kepri cukup sederhana: pejabat publik bisa menjadi teladan, terbuka terhadap koreksi, dan tetap konsisten menjaga komunikasi dengan warga.
Peristiwa yang terjadi diharapkan menjadi bahan evaluasi, bukan alat untuk saling menjatuhkan. Karena pada akhirnya, kepercayaan publik dibangun dari konsistensi sikap dan tanggung jawab, bukan dari kesempurnaan yang mustahil dimiliki manusia.
Atas kejadian ini, Iman Sutiawan diketahui belum memberikan pernyataan tambahan di luar proses yang sudah berjalan. | *



