
Chanelnusantara.com – Pemalang | Bukan Sanak bukan saudara, akan tetapi dengan setia tiap pagi hantarkan makanan untuk kita dengan aneka masakannya, itulah Pemandangan di desa atau Pinggiran kota, serta sudut sudut kota. Itulah Bakul sarapan atau Penjaja makanan nasi setiap pagi hari.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!War (45 tahun) perempuan setengah baya, setiap hari mesti bangun pagi-pagi untuk menjajakan sarapan nasi bungkusnya ditambah lauk gorengan, gang demi gang dia susuri, dengan sepeda tua yang telah lama setia menemaninya mengais nafkah untuk menghidupi dirinya.
Warga Kepungan, Kelurahan Bojongbata, Pemalang Kota ini mengaku bersyukur masih ada Penghasilan tambahannya buat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, disamping suaminya juga bekerja.
“Buat bantu suami mas, cari nafkah Tambahan ” kata War begitu dirinya biasa di sapa langganan sarapan paginya.
Dari hal tersebut, untuk bisa bahagia dan bersyukur tidaklah begitu sulit, seperti War seorang Bakul Sarapan, disamping bisa bantu suami, Ia juga menjadikan orang yang lemas karena belum sarapan, menjadi Kuat buat berangkat bekerja.
War tidak pernah mengeluh walau se_pagi itu sudah berpeluh. |Ragil 74.






