Romo Paschal (baju biru) beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Polda Kepri
Chanelnusantara.com – Batam | Kasus dugaan penganiayaan terhadap ART di Batam yang viral pada Juni 2025 lalu, kini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Batam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sidang perdana kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) bernama Intan ini akhirnya digelar dan menjadi perhatian publik.
Salah-satunya perhatian publik atas kasus ini datang dari Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus.
Pastor Chrisantus yang akrab disapa Romo Paschal ini menegaskan harapannya agar proses hukum dugaan kekerasan terhadap ART ini berjalan secara transparan dan berpihak kepada korban.
Menurut Paschal sidang ini bukan sekadar perkara individu, tetapi juga ujian bagi negara dalam menegakkan keadilan bagi para pekerja rumah tangga dan korban kekerasan lainnya.
“Kasus ini bukan hanya tentang satu orang, tetapi cerminan bagaimana negara memperlakukan para pekerja rumah tangga dan korban kekerasan,” ujarnya, Senin 3 November 2025.
Sebagai bentuk keseriusan dalam kasus ini, Romo Paschal juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Komisi Yudisial, dan Komisi Kejaksaan.
“Kami mendukung penuh agar proses hukum berjalan transparan, tanpa tekanan, dan memastikan bahwa Intan mendapatkan keadilan,” tegasnya menambahkan.
Tidak sampai disitu, Romo Paschal juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas. Paschal memastikan tidak boleh ada intervensi atau tekanan dalam persidangan.
“Semoga proses hukum ini dapat menjadi pelajaran penting agar kasus kekerasan terhadap pekerja rumah tangga tidak lagi terulang di masa depan, kita akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tutupnya. | *




