
Nimrod Siahaan, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau
Chanelnusantara.com – Batam |Sebagai Ketua Pemuda Katolik Kepulauan Riau, saya menyampaikan keprihatinan ini sebagai suara moral, bukan sebagai serangan personal. Kepemimpinan publik harus selalu siap diuji oleh kenyataan hidup rakyat, bukan hanya dinilai dari narasi dan pencitraan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Beberapa waktu terakhir, masyarakat Kota Batam kembali menyaksikan aksi demonstrasi warga yang menuntut hak paling dasar: air bersih. Air yang macet, aliran yang melambat, dan distribusi yang tidak menentu bukanlah persoalan baru.
Hal tersebut adalah masalah lama yang berulang, seolah tanpa penyelesaian yang sungguh tuntas. Ketika rakyat harus turun ke jalan hanya untuk memperjuangkan air, di situlah kita patut bertanya: ada apa dengan tata kelola kota ini?
Persoalan air bersih tidak bisa dipandang sebagai gangguan teknis semata. Ia menyentuh martabat manusia, kesehatan keluarga, dan keberlangsungan hidup sehari-hari. Maka, lambannya penanganan masalah ini mencerminkan lemahnya perencanaan, koordinasi, dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil.
Pemerintah kota seharusnya hadir lebih awal, sebelum kemarahan warga meledak menjadi demonstrasi.
Masalah ini sejalan dengan persoalan lain yang juga belum tertangani dengan baik, seperti pengelolaan sampah yang masih menjadi keluhan banyak warga Batam. Sampah yang menumpuk dan sistem yang tidak konsisten adalah simbol dari tata kelola yang tidak berjalan optimal.
Jika urusan paling mendasar “Air Bersih dan Kebersihan Kota” belum selesai, maka wajar jika kepercayaan publik terus menurun.
Pemuda Katolik Kepri melihat ini sebagai peringatan serius bagi kepemimpinan Kota Batam. Kepemimpinan bukan soal bagaimana menjawab kritik dengan pembelaan, tetapi bagaimana menjawabnya dengan kerja nyata dan keberanian mengakui kekurangan.
Rakyat tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menuntut kesungguhan dan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.
Kami percaya kritik yang disampaikan dengan niat baik adalah bentuk cinta pada kota ini. Demonstrasi warga bukan ancaman, melainkan tanda bahwa ada jeritan yang belum didengar. Pemerintah daerah seharusnya membaca itu sebagai alarm moral, bukan gangguan politik.
Pemuda Katolik Kepri akan terus berdiri bersama rakyat, menyuarakan keadilan sosial dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. Kota Batam membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam kata, tetapi juga nyata dalam karya, pemimpin yang hadir ketika air tidak mengalir, sampah menumpuk, dan harapan rakyat mulai melambat. | Ns.
Nimrod Siahaan – Ketua Pemuda Katolik Komda Kepulauan Riau.



