
Chanelnusantara.com – Batam | Audiensi Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam meninggalkan kesan mendalam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan ruang perjumpaan nilai, dimana pelayanan publik dipertemukan dengan iman, kejujuran, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Ketua Pemuda Katolik Kepri, Nimrod Siahaan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Bapak Zulkifli Aman, S.Sos., M.M., atas gaya kepemimpinan yang dinilai humanis, jujur, dan membumi.
Menurut Nimrod, sejak awal audiensi, suasana dialog berlangsung hangat, santai, dan penuh keterbukaan. Kepala Dinas tidak menempatkan diri sebagai pejabat yang berjarak, melainkan hadir sebagai pelayan publik yang membuka ruang diskusi secara jujur dan setara.
“Kami merasakan betul bahwa Dinas Sosial Kota Batam hadir dengan hati dibawah kepemimpinan Bapak Zulkifli. Bahasanya santai, tetapi nilainya sangat dalam. Ini bukan sekadar audiensi, ini perjumpaan nurani,” ujar Nimrod.
Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Aman menegaskan pentingnya integritas dalam pelayanan sosial dan secara terbuka meminta Pemuda Katolik Kepri untuk melaporkan apabila ditemukan oknum di lapangan yang menyalahgunakan data bantuan sosial.
Penegasan ini dinilai sebagai bentuk keberanian moral dan komitmen terhadap keadilan sosial.
Salah satu pesan yang paling membekas adalah pernyataan Kepala Dinas Sosial Kota Batam yang mengatakan “Bekerja melayani dengan jujur, kejujuran adalah tiket menuju surga”.
“Mari kita kerjakan pelayanan ini dengan jujur. Kejujuran itulah tiket kita menuju surga,” ujar Zulkifli.
Pesan tersebut, menurut Nimrod, menjadi peneguhan bahwa kerja sosial bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan iman dan tanggung jawab kemanusiaan.
Lebih lanjut, Nimrod juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan khusus untuk membantu pelaporan data warga ber-KTP Batam yang hidup di bawah garis kemiskinan, agar bantuan sosial benar-benar menyasar masyarakat pada desil 1 dan 2, yakni kelompok 40 persen terbawah yang paling membutuhkan.
Atas penugasan khusus tersebut, Pemuda Katolik Kepri menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi secara berkelanjutan dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam dalam menopang kehidupan sosial masyarakat, sekaligus menjadi mitra kritis yang menjaga kejujuran dan akurasi data.
“Pelayanan sosial yang jujur adalah kerja mulia. Ketika negara hadir dengan empati, dan masyarakat sipil terlibat dengan nurani, di situlah harapan bagi mereka yang kecil dan terpinggirkan,” tutup Nimrod.
Situasi ini menegaskan bahwa di tengah tantangan sosial yang kompleks, kepemimpinan yang jujur, humanis, dan berani membuka ruang kolaborasi adalah fondasi penting untuk membangun kesejahteraan yang berkeadilan. | Rls.




