
Chanelnusantara.com – Batam | Dalam rangka merayakan semangat kekeluargaan dan pertumbuhan iman generasi muda, Paroki Malaikat Agung Gabriel dengan bangga mempersembahkan Festival Anak 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Acara tahunan yang dinanti-nantikan ini kembali hadir untuk menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja dalam mengekspresikan bakat, kreativitas, serta kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar.
Tahun ini, festival mengusung tema besar yang sangat relevan dengan zaman, yaitu “Cinta Alam”. Melalui tema ini, panitia ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap bumi ciptaan Tuhan sejak usia dini.
Sebagai langkah awal dalam memotivasi anak-anak dan juga remaja untuk menunjukkan kreativitas, panitia menampilkan sejumlah kegiatan, seperti lomba mazmur, baca kitab suci, mewarnai, menggambar foster, memasak, dan juga ragam busana bertema cinta lingkungan.
Lomba Busana dari Limbah Plastik: Menjadi Indah dari yang Tak Terpakai
Dalam festival anak ini, salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu, selain dari lomba mazmur dan baca kitab suci dan dinilai menjadi daya tarik kegiatan ini adalah pertandingan ragam busana.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kompetisi ini menantang peserta untuk berpikir out-of-the-box dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan dasar utama pembuatan kostum.
Botol bekas, kantong kresek, kemasan makanan, dan sedotan yang biasanya dianggap sampah dan dibuang, kini disulap menjadi karya seni busana yang memukau dan indah dipandang mata.
Para peserta diajak untuk berinovasi menciptakan model busana yang unik, estetik, dan tetap nyaman digunakan, sekaligus memberikan pesan kuat tentang pentingnya daur ulang dan mengurangi sampah plastik.
Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan tangan dan imajinasi anak-anak, tetapi juga mengajarkan nilai ekonomi kreatif dan tanggung jawab sosial.
Dengan menjadikan sampah sebagai sesuatu yang berharga, kita belajar untuk tidak menyia-nyiakan apa yang telah diciptakan dan diberikan Tuhan.

Membangun Generasi yang Peduli dan Beriman
Fransiska Br Sidauruk selaku instruktur peserta ragam busana nomor urut 2 yang dibawakan Grace Fray Olyvia Malau, berharap dengan terlaksananya Festival Anak 2026 ini, dapat membangun generasi muda yang perduli dengan kehidupan alam, beriman serta berahlak.
“Semoga dengan terlaksana festival ini, anak-anak semakin perduli dengan kehidupan alam, beriman serta berahlak dan juga memahami bahwa menjaga keindahan alam adalah bagian dari wujud syukur dan cinta kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Tumbuhan dengan Matahari
Seperti yang ditampilkan, busana peserta nomor urut 2 ini mengangkat thema tumbuhan dan matahari. Diketahui bahwa tumbuhan sangat terikat dengan matahari sebagai sumber energi utama untuk pertumbuhan dan fotosintesis.
Sama halnya dengan manusia yang terikat dengan alam, hidup berdampingan, membutuhkan satu-sama lain untuk kelangsungan hidup.
“Dengan merawat alam semesta, seperti memanfaatkan limbah plastik menjadi sebuah karya seni yang indah, merupakan wujud keperdulian kita terhadap alam. Oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita,” tutupnya. | Jebril.




