
Chanelnusantara.com – Batam | Aktivitas pemindahan material untuk pematangan lahan pembangunan Gedung Perpustakaan Tanjung Uncang masih terus berlangsung ditengah belum adanya penjelasan resmi dari sejumlah pihak yang sebelumnya dimintai klarifikasi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (19/06/2026), puluhan dump truck terlihat hilir mudik mengangkut material menuju lokasi pembangunan perpustakaan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Wasco Engineering Indonesia.
Lalu lalang kendaraan tersebut menyebabkan akses keluar masuk lokasi hingga ruas jalan di sekitar kawasan PT Wasco dipenuhi tanah yang terbawa roda kendaraan. Saat kondisi hujan, material yang tercecer di badan jalan berubah menjadi lumpur dan menutupi sebagian permukaan jalan yang digunakan masyarakat.
Selain lumpur, warga juga mengeluhkan debu yang kerap beterbangan saat cuaca panas akibat tingginya aktivitas kendaraan pengangkut material.
Di lokasi timbunan, sejumlah warga mengaku masih menemukan potongan logam dan material menyerupai scrap yang bercampur dengan tanah urug. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, warga terlihat melakukan penggalian untuk mencari potongan logam yang dinilai masih memiliki nilai ekonomis.
“Kalau hasil pemotongan lahan, misalnya adanya bukit-bukit di kawasan perusahaan, tapi kok banyak besinya. Sudah dua minggu lebih masyarakat cari scrap di sana,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.
Nama PT Sementasi Indonusa Muncul
Di tengah polemik yang berkembang, pekerjaan cut and fill tersebut disebutkan dilaksanakan oleh PT Sementasi Indonusa yang dipimpin SM selaku Direktur Utama.
Munculnya nama perusahaan pelaksana tersebut menambah daftar pihak yang dinilai perlu memberikan penjelasan kepada publik terkait proses pemindahan material yang kini digunakan untuk pematangan lahan pembangunan perpustakaan.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi yang diajukan ke Direktur Utama PT Sementasi Indonusa, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Hasibuan belum memperoleh jawaban resmi.
Tak hanya itu, perhatian publik juga tertuju kepada Komisi III DPRD Kota Batam yang sebelumnya melalui Sekretaris Komisi III, Arlon Veristo, menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Namun berdasarkan pantauan hingga Jumat (19/06/2026), belum terlihat adanya kunjungan maupun peninjauan lapangan dari anggota Komisi III DPRD Kota Batam ke lokasi pembangunan Perpustakaan Tanjung Uncang.
Pertanyaan Publik Belum Terjawab
Belum adanya penjelasan dari pihak-pihak terkait membuat sejumlah pertanyaan publik masih menggantung. Mulai dari asal-usul material timbunan, proses pengangkutan material dari kawasan industri, pengawasan lingkungan, hingga tindak lanjut pengawasan dari instansi terkait.
Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi maupun hasil uji laboratorium dari instansi berwenang yang menyatakan material timbunan tersebut mengandung limbah B3. Namun temuan scrap di lokasi serta aktivitas pemindahan material yang terus berlangsung membuat persoalan ini tetap menjadi perhatian masyarakat.
Publik kini menunggu langkah konkret dari perusahaan, pemerintah, maupun DPRD Kota Batam untuk memberikan penjelasan terbuka terkait aktivitas cut and fill yang materialnya digunakan pada proyek pembangunan Gedung Perpustakaan Tanjung Uncang. | *




