
Chanelnusantara com – Batam | Kebakaran di TPA Punggur bukan peristiwa biasa. Kebakaran terjadi bahkan sebelum Kepala Dinas Lingkungan Hidup dilantik. Ini bukan sekadar nasib buruk awal jabatan, ini adalah tagihan panjang dari pembiaran yang terlalu lama.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Api itu menyala bukan karena satu kesalahan teknis. Api itu menyala karena sistem pengelolaan sampah kita sudah lama kelebihan beban, namun kita memilih menenangkan diri dengan laporan, rapat, dan pernyataan normatif.
Mari kita jujur secara politis, jika persoalan sampah ditangani serius dari hulu ke hilir, jika pemilahan ditegakkan, jika sanksi berjalan, jika keberanian mengambil keputusan tidak populer hadir, TPA Punggur tidak akan menjadi bom waktu yang menunggu percikan.
Pemuda Katolik Kepri tidak sedang mencari kambing hitam. Pemuda Katolik sedang menuntut keberanian kepemimpinan.
Kami mendengar pernyataan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,
Itu benar. Namun pernyataan itu tidak boleh menjadi tameng untuk melemahkan tanggung jawab negara.
Negara dalam hal ini pemerintah daerah memiliki kuasa membuat aturan, memiliki kuasa menegakkan disiplin, memiliki kuasa memaksa perubahan perilaku publik.
Kalau negara ragu menggunakan kewenangannya, jangan heran jika masyarakat ikut ragu untuk taat.
Sampah sulit ditangani bukan karena warga Batam bodoh tetapi karena ketidakjelasan arah, inkonsistensi kebijakan, dan lemahnya penegakan.
Hari ini dilarang, besok dibiarkan.
Hari ini kampanye bersih, besok TPA dibiarkan penuh dan rawan terbakar.
Api di Punggur adalah simbol.
Simbol bahwa kita terlalu sering memadamkan gejala, bukan membongkar akar masalah.
Pemuda Katolik menantang Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru agar menjadikan krisis ini bukan sekadar ujian awal, tetapi momen pembuktian.
Beranikah menata sistem secara menyeluruh? Beranikah menegakkan aturan meski tidak populer? Beranikah melibatkan masyarakat bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai bagian dari kewajiban bersama yang diawasi dan diukur?
Kami juga menantang pimpinan politik kota ini jangan hanya hadir saat kebakaran, hadirlah juga dalam keputusan strategis yang mungkin tidak disukai, tetapi menyelamatkan masa depan.
Batam tidak akan runtuh karena api sesaat. Batam bisa runtuh karena ketidakberanian mengambil sikap tegas.
Api di TPA Punggur sudah memberi pesan. Sekarang pilihan ada pada kita, apakah kita padamkan dengan perubahan nyata, atau kita tunggu api berikutnya sebagai pengingat yang lebih mahal.
Pemuda Katolik Kepri memilih berdiri di garis tekanan moral dan politik.
Karena kota ini terlalu berharga untuk terus dikelola dengan setengah hati. | PK.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau – Nimrod Siahaan.



