
Sejumlah orang tua calon siswa saat melakukan aksi unjuk rasa di SMA Negeri 16 Tanjung Piayu
Chanelnusantara.com – Batam | Sejumlah orang tua siswa kecewa terhadap sistem PPDB T.A 2024 tingkat SMA dan SMK sederajat di Kepulauan Riau, sebagaimana yang terjadi di SMA dan SMK Kota Batam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejumlah calon siswa hingga saat ini masih belum bisa mengikuti pembelajaran karena belum diterima pihak sekolah.
Hal tersebut dialami oleh 4 orang tua calon siswa yang sebelumnya mendapat tawaran dari salah satu oknum tim sukses yang menawarkan akan dibantu masuk ke sekolah yang dituju calon siswa.
Orang tua calon siswa ditawari bahwa anak-anak mereka dijanjikan akan masuk ke sekolah yang dituju dengan satu syarat wajib memilih calon Gubernur Kepulauan Riau yang disebutkan tim sukses tersebut.
Kejadian ini diungkapkan para orang tua calon siswa pada Kamis 29 Agustus 2024 yang mana hingga saat ini anak mereka belum masuk sekolah.
Dikatakan, pada bulan Mei lalu sejumlah oknum yang mengatasnamakan tim sukses calon Gubernur Kepri AA mengumpulkan berkas para siswa, terkumpul sebanyak 85 data calon siswa.
Adapun tim sukses tersebut menjanjikan kepada para orang tua siswa bahwa anak-anak mereka akan di masukkan di sekolah yang diminati oleh para siswa.
“Iya, tim yang mengaku tim sukses AA mengumpulkan berkas data para calon siswa dan kami menyerahkan data yang diminta kepada tim. Memang sebagian siswa sudah masuk sekolah, namun masih ada siswa yang tidak diterima di sekolah yang dituju,” kata orang tua calon siswa mengisahkan.
Lanjut Orang Tua Siswa mengatakan, dari sebanyak 85 siswa yang direkrut tim AA sebagian diterima namun 4 orang calon siswa tidak bisa masuk ke sekolah hingga hari ini karena tidak diterima pihak sekolah.
“Dari 85 Siswa yang dimintai data, yang saya tau di group kami ada 4 calon siswa yang tidak masuk,” tegas orang tua calon siswa lainnya.
padahal mereka mendaftar melalui jalur prestasi ke sekolah yang dituju yakni SMAN 3 Bandara dan SMK, ternyata anak-anak kami tidak masuk kesekolah yang diharapkan,
“Dengan tidak diterimanya anak-anak kami sampai hari ini, anak kami belum bisa mengikuti pembelajaran. Apa yang dijanjikan oleh tim AA ini sangat melukai hati kami sebagai orang tua,” ujarnya lagi dengan nada sedih.
Kegiatan belajar-mengajar sudah 1 bulan berjalan, namun putra putri mereka masih terbengkalai tidak dapat melanjutkan sekolah akibat janji palsu yang dijanjikan oleh oknum tim sukses AA, anehnya sebagian diterima sementara beberapa calon siswa dibiarkan begitu saja.
Tidak mau berhenti berjuang, orang tua calon siswa berusaha menghubungi tim sukses tersebut, namun mereka mengabaikan begitu saja seakan tidak ada tanggungjawab.
Tidak hanya disitu, pada Selasa (27/8/24) orang tua calon siswa mendatangi kantor cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Tembesi Batam untuk meminta solusi, namun pengaduan mereka tidak mendapat respon dari pihak dinas.
“Betapa sedihnya anak-anak kami yang hingga saat ini belum mendapatkan bangku sekolah padahal pembelajaran ajaran baru sudah berlansung kurang lebih 1 bulan. Besok kami juga akan mendatangi kantor cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Tembesi guna menanyakan Kembali nasib putra-putri kami,” ujarnya.
Menurut informasi yang dihimpun tim media ini, masih banyak calon siswa yang akan melanjutkan ke bangku sekolah SMA/SMK sederajat belum mendapatkan kursi, seperti yang terjadi di SMAN 16 Tanjung Piayu.
Di SMA Negeri 16 Tanjung Piayu para orang tua calon siswa melakukan aksi unjuk rasa ke kantor cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Tembesi.
Aksi unjuk rasa tersebut terjadi dinilai karena bobroknya sistim penerimaan siswa di tingkat SMA/SMK sederajat di Kepri.
“48 siswa yang sudah diterima dan telah mengikuti kegiatan belajar di SMAN 16 kemudian dikeluarkan Kembali oleh pihak sekolah akibat tuntutan orang tua yang rumahnya dekat dengan sekolah. Penerimaan calon siswa baru tahun ini sangat kacau balau,”ujarnya
Hingga berita ini diunggah, tim awak media masih berupaya melakukan konfirmasi terkait sejumlah siswa yang belum mendapatkan bangku sekolah ini. | Rls.




