
Chanelnusantara.com – Batam | Wujud nyata pelayanan dan semangat persaudaraan lintas iman dan solidaritas antar umat beragama, Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang turut berpartisipasi dalam perayaan Idul Adha 1446 H/2025 M.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Adapun rasa persaudaraan tersebut diwujudkan dalam aksi pelayanan nyata dengan memberikan 1 ekor kambing kurban kepada warga Muslim di sekitar lingkungan Gereja Katolik Paroki Kerahiman Ilahi, Sekupang, Batam.
Kurban diserahkan RP. Ansensius Guntur, CS (Romo Yance) Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Kevikepan Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang dan diterima oleh Kyai Amsori, pengurus Anak Cabang Nahdlatul Ulama (PAC NU) Kecamatan Sekupang, Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Romo Yance menyampaikan pesan spiritual yang mendalam mengenai makna pengorbanan dan iman.
“Abraham adalah Bapak segala bangsa. Ia mengajarkan kita arti sebuah ketaatan kepada Allah, dan tentang pengorbanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kyai Amsori menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian umat Katolik, serta berharap semangat ini terus memperkuat tali persaudaraan.
“Kami berterima kasih atas sumbangsih dan ketulusan ini. Semoga semangat persatuan dan kebersamaan antarumat beragama semakin tumbuh subur di tanah air kita,” ujarnya.
Penyerahan hewan kurban ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk saling berbagi, melainkan kekayaan yang memperkuat jalinan kebangsaan dan kemanusiaan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari semangat hidup rukun dan damai dalam masyarakat yang majemuk.
Terpisah, Nimrod Siahaan yang merupakan Ketua Pemuda Katolik Komda Kepri mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang ini.
Nimrod mengatakan bahwa aksi nyata pelayanan yang dilakukan Romo Yance bersama Komisi HAAK ini patut diapresiasi dan dicontoh seluruh umat secara khusus umat Katolik.
Dimana semangat pengorbanan diri itu hendaknya tidak hanya dinyatakan dalam misa dan doa, tetapi juga dalam tindakan nyata yang menjangkau mereka yang menderita, tersisih, dan berbeda.
“Kita semua dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di dunia, bukan hanya melalui kata, tetapi terutama melalui tindakan kasih yang konkret dan menyeluruh,” tegas Nimrod. | PK.




