
Chanelnusantara com – Batam | Tragedi kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjung Uncang. Situasi ini menunjukkan kombinasi rendahnya komitmen perusahaan dan minimnya prosedur keselamatan kerja di perusahaan tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam periode tahun 2025 hingga tahun 2026, dilaporkan bahwa telah terjadi 4 kali laka kerja di lingkungan perusahaan industri galangan PT ASL Shipyard Batam ini, yang setidaknya merenggut 23 nyawa pekerja.
Rendahnya komitmen manajemen atas sistim keselamatan kerja, dan pengawasan yang hanya bersifat reaktif hingga menyebabkan pekerja terbiasa mengabaikan SOP, dapat dinilai menjadi salah satu penyebab insiden laka kerja yang berulang-ulang ini.
Dalam menjalankan sistim keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan, manajemen seharusnya lebih mengedepankan keselamatan kerja dari hal apapun, mengingat para pekerja merupakan ujung tombak berjalannya perusahaan.
Sebagaimana informasi yang beredar, pada Sabtu 25 April 2026, insiden laka kerja kembali terjadi di kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard, satu orang pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam laka kerja ini.
Dengan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang berulang-ulang ini, pihak perusahaan seharusnya lebih mengedepankan keselamatan kerja, menyikapi rentetan peristiwa laka kerja yang terjadi agar tidak terulang kembali.
Sidak yang dilakukan pemerintah pusat juga seakan tidak menjadi awal komitmen bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan, meningkatkan mutu dan kualitas sistim keselamatan kerja.
Harapan Masyarakat dan Desakan untuk Disnaker provinsi Kepri
Menyikapi kejadian ini, sejumlah pihak meminta kepada pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan galangan kapal PT ASL Shipyard yang dinilai tidak mengedepankan keselamatan pekerja ini.
Mengingat sebelumnya, perusahaan galangan kapal PT ASL ini diketahui telah mendapat peringatan keras dari menteri tenaga kerja saat sidak yang dilakukan Disnakertrans pusat pasca insiden terbakarnya kapal MT Federal II.
Dalam kunjungannya, Menaker memberikan peringatan keras agar perusahaan meningkatkan standar keselamatan kerja dan memastikan tidak ada lagi kecelakaan di lingkungan kerja.
Yassierli juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas apabila kecelakaan kerja kembali terjadi di galangan kapal tersebut.
“Kalau ada kejadian kecelakaan lagi, saya akan rekomendasikan untuk ditutup,” tegas Yassierli sebelumnya.
Terkait terjadinya kembali laka kerja di kawasan industri PT ASL Shipyard ini, tim awak media telah meminta keterangan kepada Disnaker provinsi Kepri, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan.
Atas kejadian laka kerja yang berulang-ulang ini, sikap dan tindak lanjut pemerintah daerah diuji, apakah Disnaker provinsi Kepri berani menunjukkan ketegasannya untuk merekomendasikan penutupan perusahaan PT ASL Shipyard ini ke menteri dinas tenaga kerja atas insiden kecelakaan kerja ini.
Sementara itu, pihak perusahaan belum memberikan keterangan atas insiden laka kerja ini. Konfirmasi yang telah disampaikan tim awak media (Senin, 27/4/2026) melalui pesan WhatsApp kepada Kuasa hukum perusahaan belum mendapat tanggapan.
Tim awak media secara rinci meminta penjelasan menyangkut kebenaran kejadian, kronologi detail kecelakaan, status hubungan kerja korban, penggunaan alat pelindung diri, pengawasan K3, hingga dugaan adanya unsur kelalaian prosedur keselamatan kerja. | Red.



