
Chanelnusantara.com – Batam | Dinilai merupakan persoalan serius yang tidak boleh diabaikan, anggota DPRD Kota Batam, Suryanto, menyoroti dugaan pencemaran limbah cair berbau di kawasan Pantai Nongsa, Kota Batam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Suryanto menilai persoalan tersebut bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat pesisir dan citra Batam sebagai kota industri sekaligus destinasi pariwisata.
“Pencemaran yang terjadi di wilayah pesisir Nongsa merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.
Menurutnya, limbah cair berbau berpotensi mengancam kesehatan masyarakat sekitar, mengganggu mata pencaharian nelayan, hingga merusak reputasi Batam di mata wisatawan dan investor.
“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi menyangkut mata pencaharian nelayan, kesehatan warga, dan citra Batam sebagai kota industri dan pariwisata. Jika kejadian ini berulang, berarti ada kelemahan dalam pengawasan dan penegakan hukum yang harus segera dibenahi,” tambah Suryanto.
Menyikapi persoalan ini, Suryanto mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bersama instansi terkait untuk segera bergerak cepat mengusut dugaan pencemaran tersebut.
Suryanto meminta agar sumber limbah dapat segera diidentifikasi secara transparan, termasuk dengan melakukan uji laboratorium terhadap sampel limbah yang ditemukan di lokasi.
Tidak lupa Suryanto mengingatkan, keterbukaan informasi kepada publik juga menjadi hal penting dalam penanganan kasus tersebut. Hasil uji laboratorium, harus diumumkan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya serta langkah-langkah yang diambil pemerintah.
Selain itu, Suryanto menegaskan bahwa pelaku pencemaran harus ditindak tegas apabila terbukti melanggar aturan. Ia menekankan penerapan prinsip “polluter pays” atau pencemar wajib bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Pertumbuhan ekonomi Batam tidak boleh dibayar dengan rusaknya laut dan hilangnya penghasilan rakyat pesisir. Penegakan hukum harus tegas agar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
DPRD Kota Batam akan terus mengawal penanganan kasus tersebut dan meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri di kawasan pesisir.
Pengawasan yang maksimal diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut. | *




