
Chanelnusantara.com – Batam | Ratusan warga Kota Batam, yang didominasi oleh kaum ibu, menggelar aksi jalan santai di kawasan Dataran Engku Putri, Batam Centre, pada Minggu (21/6/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Aksi tersebut disebut-sebut diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah.
Membawa spanduk dan menyampaikan dukungan, para peserta berjalan mengelilingi kawasan Engku Putri sambil berharap agar Program MBG dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pelaksanaannya.
Menyikapi aksi ini, muncul pandangan yang beragam ditengah masyarakat. Sebagian pihak menilai langkah tersebut kurang tepat dan dapat merugikan dunia pendidikan, karena melibatkan anak-anak, tenaga pendidik, hingga pejabat dinas pendidikan.
Anak-Anak Tidak Boleh Dijadikan Alat Dukungan
Keterlibatan anak-anak, terutama siswa-siswi, dalam kegiatan di ruang umum untuk menyampaikan dukungan atau aspirasi tertentu merupakan tindakan yang keliru dan tidak dibenarkan.
Hal ini disampaikan oleh Nimrod Siahaan, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau. Menurutnya, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib dilindungi hak dan masa depannya.
Merasa prihatin atas kondisi tersebut, Nimrod mengajak semua pihak, pemerintah, sekolah, maupun orang tua untuk senantiasa menjadikan kepentingan anak sebagai prioritas utama.
Berikut adalah pernyataan lengkapnya:
Kepada Ayah, Bunda, dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau yang saya hormati,
Saya, Nimrod Siahaan, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau, merasa prihatin menyimak pemberitaan mengenai ratusan pelajar di Batam yang turun ke jalan untuk menyatakan dukungan terhadap suatu program.
Saya ingin menegaskan bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus senantiasa dilindungi. Sekolah adalah tempat mereka belajar, bertumbuh, membentuk karakter, serta mempersiapkan masa depan.
Jangan sampai anak-anak dibawa ke dalam ruang dan isu yang belum sepenuhnya mereka pahami, apalagi jika hal itu berpotensi menjadikan mereka sebagai alat untuk menunjukkan dukungan terhadap suatu kebijakan.
Tentu kita semua mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk yang memberikan manfaat bagi anak-anak.
Dukungan terhadap suatu kebijakan hendaknya lahir dari pemahaman, dialog, kajian, dan partisipasi orang dewasa yang memiliki hak serta tanggung jawab dalam urusan publik.
Anak-anak tidak boleh dibebani dengan kepentingan yang berada di luar dunia mereka, tugas mereka adalah belajar. Tugas kita sebagai orang dewasa adalah menjaga agar lingkungan pendidikan tetap aman, netral, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Saya mengajak seluruh pihak untuk selalu mengutamakan kepentingan anak. Mari kita jaga sekolah agar tetap menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter, bukan tempat yang menyeret anak-anak ke dalam dinamika yang semestinya menjadi urusan orang dewasa.
Anak-anak adalah harapan masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka wajib dididik, dibimbing, dan dilindungi, bukan dijadikan simbol atau alat untuk memperkuat dukungan terhadap kebijakan apa pun.
Terima kasih atas perhatiannya.
Salam hormat,
Nimrod Siahaan
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau. | Red.



