
ChanelNusantara.com – Jakarta | Awalnya petugas kepolisian yang sedang bertugas berniat untuk memberikan pengawalan pada mobil ambulan yang menerobos proses jalur One Way di jalur puncak bogor. Tapi setelah petugas memeriksa terlebih dahulu, mobil ambulan tersebut membawa penumpang yang ingin berwisata ke puncak Bogor.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menemukan kejadian tersebut, kemudian pihak petugas kepolisian memeriksa oknum supir ambulan. Saat dijalankan pemeriksaan terjadi perdebatan antara pihak petugas kepolisian dengan oknum supir ambulan, yang bersi kukuh tidak mau mengakui kesalahannya.
Lalu pihak petugas kepolisian dengan tegas meminta oknum supir ambulan tersebut, untuk menunjukan kelengkapan surat-surat yaitu SIM dan STNK. Awalnya supir ambulan tidak mau menunjukan dan mengatakan dirinya hanya mau pulang ke Jakarta.
“Saya cuma mau pulang ke Jakarta” ucap oknum supir ambulan tersebut.
Supir ambulan tersebut sudah melanggar aturan lalu lintas, dan juga aturan kegunaan fungsi mobil Ambulan, bahkan Protatornya pun tidak sesuai yang seharusnya warna merah, sedangkan protator yang digunakan berwarna biru, namun supir tersebut malah terlihat Ingin menelpon seseorang.
Tidak lama kemudian pihak petugas kepolisian memberikan sangsi tilang kepada supir tersebut dengan menahan mobil ambulan, lalu penumpang yang dibawa terpaksa harus diturunkan.
Setelah itu, Awak media bertanya kepada supir apakah dibayar oleh penumpang yang dibawanya, supir tersebut mengatakan dirinya hanya disuruh.
“Saya tidak dibayar, saya cuma disuruh” ungkapnya.
Selanjutnya AKBP Iman imanudin yang bertugas memberikan nasehat dan memberitahukan fungsi dan kegunaan mobil ambulan, karena banyak sekali yang dilanggar oleh supir tersebut.| Yusef Ferry Siswanto







