
Chanelnusantara.com – Batam | Dugaan praktek percaloan tiket kapal Roro menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026 di pelabuhan Telaga Punggur, kembali menjadi sorotan ditengah masyarakat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejumlah pemudik yang menggunakan kapal Roro mengaku terpaksa membayar tidak lebih besar agar mendapatkan tiket kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Mengkapan.
Sebagaimana diketahui, harga tiket normal berada di kisaran Rp. 2 juta untuk kendaraan golongan IV. Namun untuk mendapatkan tiket lewat calo mencapai Rp. 5 juta. Ironisnya lagi, walupun dipatok dengan harga tinggi, tidak semua juga calon penumpang mendapatkan tiket.
Salah seorang pemudik, kepada media ini mengatakan untuk mendapatkan tiket tersebut tidak segampang saat mereka setuju membayar lebih mahal dari harga tiket biasa.
Menurut keterangannya, calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket dapat membeli lewat aplikasi secara online seperti tahun-tahun sebelumnya, namun saat membuka aplikasi yang dimaksud, tiket selalu tidak tersedia alias habis.
“Kita diarahkan membeli tiket secara online melalui aplikasi Brizzi, tapi tiket selalu tidak tersedia. Namun belakang kita mendapatkan informasi bahwa di calo ada tersedia tiket. Harganya pantastik, mencapai 5 juta. Itupun terbatas juga, tiket diserahkan pada saat mau berangkat, ngeri-ngeri sedap juga bang, seakan tidak ada kepastian juga,” ujarnya.
“Kita tidak menyalahkan sistim online ini, sistim ini sudah bagus. Namun sejumlah oknum (calo) memanfaatkan situasi ataupun celah dari sistim ini untuk mengambil keuntungan pribadi, masyarakat selalu jadi korban” tambahnya.
Praktek percaloan tiket ini dinilai sangat merugikan masyarakat, dengan adanya informasi ataupun keterangan calon penumpang ini, petugas atupun otoritas pelabuhan diharapkan untuk segera mengambil tindakan tegas atas situasi ini.
Adapun dugaan kasus pencalonan tiket ini bukan hal yang baru, kasus ini selalu terjadi berulang-ulang setiap tahunnya. Untuk kedepannya, pengawasan di pelabuhan harus diperketat, jangan diberikan ruang kepada oknum-oknum nakal yang ingin memanfaatkan situasi mudik lebaran dan Nataru. | Jebril.




