
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia melakukan Sidak di PT ASL Tanjung Uncang Batam
Chanelnusantara.com – Batam | Insiden terbaliknya kapal pandu (tugboat) di kawasan perairan PT ASL Shipyard Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, yang menewaskan 3 orang kru kapal menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Informasi yang beredar sebelumnya, insiden terbaliknya kapal pandu ini dikaitkan dengan PT ASL melihat dari nama kapal di punggung kapal tersebut tertulis ASL Mega, sementara dalam sejumlah pemberitaan disebutkan kapal tersebut milik agensi PT Pradana Samudra Lines.
Pihak PT PSL menyebutkan bahwa kapal naas tersebut merupakan milik perusahaan mereka, dan bukan milik PT ASL Shipyard Indonesia.
Atas beredarnya informasi yang dinilai simpang-siur ini, saat ini menjadi perbincangan publik, muncul sejumlah pertanyaan serius terkait status kepemilikan kapal, dan sejauh mana tanggungjawab perusahaan pemilik area perairan tempat kejadian tersebut.
“Menurut kami, insiden yang merenggut 3 nyawa kru kapal wajib bertanggung-jawab dalam hal ini, dan perusahaan PT ASL juga tidak boleh lepas tangan,” ujar salah satu warga.
“Iya betul, PT ASL seharusnya memiliki tanggungjawab, karena lokasi kejadian berada di kawasan perairan mereka. Tentu keberadaan kapal tersebut dan operasional kerja kapal naas tersebut pasti diketahui PT ASL,” timpal warga lainnya.
Atas rentetan peristiwa yang terjadi di kawasan PT ASL ini, masyarakat berharap kepada otoritas terkait agar menyelidiki permasalahan ini dengan serius.
Insiden tenggelamnya kapal tugboat ASL Mega ini kembali mengingatkan publik pada rentetan kecelakaan kerja yang sebelumnya pernah terjadi di galangan PT ASL ini.
Kebakaran kapal tanker MT Federal II pada 24 Juni 2025, menewaskan empat orang pekerja. Berselang empat bulan kemudian, kapal yang sama kembali mengalami kebakaran, Insiden kedua ini dilaporkan menelan korban dengan jumlah yang lebih besar.
Sejumlah rentetan kejadian ini sepertinya tidak menjadi pelajaran bagi pihak perusahaan. Tragedi kecelakaan kerja terulang kembali, sidak yang dilakukan pemerintah pusat juga seakan tidak menjadi komitmen perusahaan untuk melakukan perbaikan.
Sebagaimana diketahui, bahwa rentetan peristiwa kecelakaan kerja di galangan kapal di Batam ini sudah menjadi atensi Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, langsung melakukan inspeksi mendadak ke galangan kapal milik PT ASL Shipyard Indonesia di Batam.
Dalam kunjungannya, Menaker memberikan peringatan keras agar perusahaan meningkatkan standar keselamatan kerja dan memastikan tidak ada lagi kecelakaan di lingkungan kerja.
Yassierli juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan mengambil langkah tegas apabila kecelakaan kerja kembali terjadi di galangan tersebut.
“Kalau ada kejadian kecelakaan lagi, saya akan rekomendasikan untuk ditutup,” tegas Yassierli sebelumnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang disebutkan, dengan tujuan meluruskan informasi ini kepada publik. | Red.



