
ChanelNusantara.com – Cirebon | Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia, Kabupaten Cirebon, Juanda, angkat bicara terkait aksi Arogan oknum Kuwu Kempek terhadap Wartawan saat menjalankan tugasnya sebagai Sosial control.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pernyataan sikap tersebut disampaikan Juanda selaku Ketua PWRI Kabupaten Cirebon, saat dimintai tanggapannya terkait sikap Kuwu yang bertindak Arogan, Kamis, 09/06/2022.
Juanda mengecam keras atas tindakan percobaan penganiayaan terhadap salah satu wartawan yang juga merupakan anggota PWRI.
Menurutnya, tindakan aksi Arogan Kuwu Kempek membungkam kebebasan pers untuk mendapatkan informasi, adalah tindakan melawan hukum yang bertentangan dengan Undang–Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.
“Saya selaku ketua PWRI, secara tegas mengecam dan mengutuk keras kepada pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap pekerja jurnalistik, apapun alasannya kekerasan terhadap wartawan, adalah tindakan premanisme yang melanggar hukum dan UU Pers Nomor 40 tahun 1999,” tegas juanda
Lebih jauh, Juanda menjelaskan, jika dilapangan ditemukan pelanggaran kode etik jurnalistik atau penyalahgunaan profesi wartawan, maka hal tersebut bisa diproses sesuai UU 40 Tahun 1999.
Selain itu, jika ada perselisihan akibat proses kerja jurnalistik maupun produknya, disarankan agar masalah diselesaikan secara hukum, dan bukan dengan cara premanisme.
Diketahui, insiden tersebut bermula saat Wartawan datang ke Kantor Desa Kempek silaturahmi dan ingin menanyakan perihal proyek P3a (mitra cai).
Belum sempat ngobrol masalah p3a, Kuwu Kempek menunggu wartawan yang sedang ke toilet, begitu keluar wartawan langsung ditarik bajunya, bahkan hampir memukul karena terlihat tangan Kuwu sudah mengepal sekuat tenaga, dan Kuwu dengan nada emosi berkata tidak takut dengan Wartawan.
“Saya tidak takut wartawan” ujarnya dengan nada lantang.
“Dengan peristiwa ini, kami akan segera berkordinasi dengan pihak Polsek Gempol, bahkan buat Laporan Polisi, agar hal ini menjadi perlajaran bagi pemangku jabatan supaya tidak berbuat Arogan seperti ini terhadap para awak media” pungkas Juanda. |Tarya.
.






